
Jakarta, Latest Host Gator Coupons Indonesia
—
Sarwendah
dan
Ruben Onsu
kini tengah berebut hak asuh anak. Ini menjadi drama terbaru mantan pasangan suami-istri tersebut setelah sempat adu perseteruan selama beberapa waktu terakhir.
Perseteruan rebutan hak asuh anak ini jadi yang pertama kalinya buat mantan pasangan tersebut, mengingat ketika berpisah pada 2024, Sarwendah dan Ruben Onsu tidak meributkan soal hak asuh kedua anak mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kronologi Sarwendah dan Ruben Onsu berebut hak asuh anak.
Pertikaian antara Sarwendah dan Ruben Onsu soal hak asuh anak dimulai dari keluhan Sarwendah pada akhir Mei 2026 yang mengaku kembali ditagih oleh debt collector terkait kredit yang diklaim dahulu diambil oleh Ruben Onsu.
Bukan hanya itu, kala itu, Sarwendah juga mengeluhkan bahwa Ruben Onsu tak lagi memberikan biaya pendidikan anak-anak mereka sejak akhir 2025. Padahal dalam akta cerai, Ruben sepakat membiayai hingga mereka lulus kuliah.
Keluhan tersebut jadi yang kedua kalinya diucap Sarwendah setelah sebelumnya sempat mengeluhkan hal serupa pada November 2025. Namun kala itu, semua berakhir damai.
Namun kali ini, Ruben Onsu menjawab keluhan Sarwendah. Ia mengakui bahwa memang sudah menghentikan penyaluran biaya Rp200 juta sebulan untuk anak-anak mereka sejak Desember 2025 karena ia merasa tak mendapatkan haknya sebagai ayah.
Ruben mengklaim dirinya tak lagi mendapatkan jatah pengasuhan anak 2-3 hari sepekan seperti yang disepakati pada saat mereka bercerai. Bukan hanya itu, Ruben juga mengklaim dipersulit saat akan bertemu anak-anaknya.
Ruben semakin sakit hati ketika ada pria yang tidak memiliki hubungan keluarga dan darah dengan anak-anaknya, bebas mendekati anak-anak di bawah umur tersebut. Pria itu merupakan kekasih baru Sarwendah, Giorgio Antonio.
Sarwendah membantah tudingan Ruben. Ia mengatakan selama ini Ruben justru tidak pernah membangun komunikasi yang intens dengan anak-anaknya dan dirinya. Sarwendah juga mengklaim keluhan Ruben hanya didasarkan karena satu kali pesan teks yang tak terbalas.
Hingga kemudian, Ruben Onsu melaporkan soal kemelut hak asuh tersebut ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 22 Juni 2026. Kepada KPAI, Ruben mengeluhkan resah mengetahui anak-anaknya ikut siaran langsung atau live berjualan bersama Sarwendah hingga malam.
Selain itu, Ruben juga mengadukan soal pembatasan akses pertemuan dengan anak yang sudah ia keluhkan selama beberapa waktu terakhir, hingga dugaan tekanan psikis yang dialami anak di lingkungan rumah asalnya.
Konflik terbuka Ruben Onsu dan Sarwendah soal pembagian waktu pengasuhan anak-anak tersebut sempat menemukan titik terang ketika kedua belah pihak bertemu.
Pertemuan tersebut disebut diklaim terjadi tanpa sengaja di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, di hari yang sama setelah Ruben mendatangi KPAI. Kala itu, Ruben ingin berangkat umrah. Namun pertemuan Ruben dengan kedua anak-anaknya dan Sarwendah itu berlangsung sangat singkat.
Keesokan harinya, seolah tak mau kalah, Sarwendah kemudian mendatangi Komnas Perempuan pada 23 Juni 2026. Ia ke sana untuk menceritakan seluruh fakta terkait perjalanan rumah tangganya bersama Ruben, dari awal hingga berakhir pada 2024.
Sarwendah juga mengklaim bahwa dirinya sudah lebih dulu mengajukan aduan kepada KPAI sebelum Ruben Onsu datang. Ia juga mengatakan siap membantah apa pun klaim Ruben ke KPAI.
Sebenarnya Sarwendah dan Ruben Onsu sempat diagendakan untuk bertemu secara langsung pada 11 Juli 2026. Namun rencana itu batal terlaksana setelah Ruben Onsu serius mengajukan gugatan hak asuh anak-anaknya.
Gugatan tersebut diajukan ke Pengadilan Negeri pada 30 Juni 2026, sehari sebelum Ruben kembali ke Indonesia pada 1 Juli 2026. Atas pengajuan tersebut, sidang pertama akan digelar pada 15 Juli 2026.
Poin utama dalam gugatan ini berpusat pada hak Ruben Onsu untuk mendapatkan quality time bersama anak-anaknya secara rutin tanpa hambatan, yakni selama dua hingga tiga hari dalam sepekan.
Selain persoalan pembagian waktu pertemuan, gugatan ini juga dilayangkan karena adanya kekhawatiran mendalam dari Ruben Onsu mengenai indikasi pemanfaatan anak untuk aktivitas komersial di media sosial.
Pertimbangan lainnya adalah kekhawatiran atas situasi lingkungan pengasuhan saat ini yang dinilai kurang kondusif bagi perkembangan anak.
(end)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Latest Host Gator Coupons]
Baca lagi: FOTO: Amazing Toy Show 2026, ‘Surga’ Seniman dan Pencinta Mainan
Baca lagi: Tak Toleransi Fraud, BRI Aktif Laporkan Dugaan Pidana ke Penegak Hukum
Baca lagi: Kemenkes Serahkan Investigasi Kematian Dokter Icha ke Polisi



14 Responses
Panduan taktis yang sangat minim teori usang dan sangat kaya akan eksekusi lapangan https://www.kufirst.center.ku.ac.th/category/news/page/10/
Sangat mencerahkan! Penulis berhasil mengupas tuntas topik ini dari sudut pandang yang jarang dipikirkan orang https://www.kufirst.center.ku.ac.th/ku-rice-festival/
Penulis berhasil memetakan isu pelik ini menjadi ulasan yang begitu runtut. Khazanah baru bagi memori saya https://forexea.forumotion.com/t106-cryptocash-finance-exchange-e-money-and-cryptocurrencies artikel ini memanglah sangat bagus
Informatif parah! Akhirnya paham juga sama materi ini. Sekadar nambahin aja, di https://www.sitelike.org/similar/imusicquiz.com.ng/ juga ada ulasan yang gak kalah seru soal isu ini.
Penulis menyajikan argumen secara ksatria, didukung penuh oleh pembuktian yang tidak terbantahkan https://www.kufirst.center.ku.ac.th/foodmicrobiologycontest4/
Penulis menunjukkan kematangan berpikir yang luar biasa dalam memosisikan variabel yang saling bertentangan secara adil http://www.kufirst.center.ku.ac.th/gms8/
Artikel ini menolak simplifikasi yang dangkal, melainkan mengajak pembaca menelisik lapisan demi lapisan masalah https://www.kufirst.center.ku.ac.th/9762-4/ saya sangat suka ini
Sebuah ulasan mendalam yang mengedepankan rasionalitas di atas sentimen emosional belaka http://www.kufirst.center.ku.ac.th/food-authentication-definition-requirement-and-detection/
Top banget artikelnya! Nggak nyesel nyempetin waktu buat baca. Barangkali butuh bacaan tambahan, referensi dari https://web.ggather.com/epicureannycom juga patut buat dicek.
Sebuah ulasan solutif yang memberikan dampak instan pada pola efisiensi kerja harian saya https://en.wikipedia.org/wiki/M._Cherif_Bassiouni tepat sekali dari apa yang saya cari dari artikel ini
Makasih min infonya, ngebantu banget buat tugas saya. Kebetulan sumber lain yang saya pakai dari https://mat.ufcg.edu.br/ocm/cartaz_ocm_2019/?unapproved=113247 juga mengulas hal serupa.
Saya jadi lebih paham setelah membaca artikel ini. Kebetulan saya juga menemukan https://kldp.org/comment/257225 yang membahas topik serupa dengan cukup lengkap.
Artikel ini memancarkan wibawa intelektual yang kuat, memaksa pembaca melakukan kontemplasi kritis yang mendalam https://www.lib.cet.ac.il/pages/subx.asp?item=0&page=2&kwd=129
Artikel ini memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap rekonseptualisasi teori yang mulai usang di era kontemporer https://www.lib.cet.ac.il/pages/sub.asp?item=683&page=2 sangat memberi ilmu