
Jakarta, Latest Host Gator Coupons Indonesia
—
Konvoi motor Willy Salim viral di media sosial. Aksi ratusan pemotor yang melakukan night ride di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat (24/7) memicu kemacetan parah di ruas Jalan Sudirman-Thamrin. Pihak kepolisian pun memanggil penyelenggara dan selebgram yang terlibat.
Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Ari Setyo mengatakan kegiatan tersebut tidak mengantongi izin. Karena itu, polisi akan memanggil pihak penyelenggara beserta selebgram yang diduga terlibat dalam acara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Iya nggak ada izin. Dipanggil (selebgram) di Polsek Menteng,” kata Ari saat dihubungi, mengutip
detikcom
.
Menurut Ari, baik penyelenggara maupun selebgram yang terlibat berpotensi dikenai tindakan karena dianggap mengganggu ketertiban umum. Selain itu, kegiatan tersebut juga digelar tanpa izin dari pihak berwenang.
“Iya bisa saja (ditindak). Mereka mengganggu ketertiban umum dan tidak ada izin,” ujarnya.
Kegiatan night ride itu digelar pada Jumat malam, bertepatan dengan jam pulang kerja. Dampaknya, arus lalu lintas di sepanjang Jalan Sudirman hingga MH Thamrin mengalami kepadatan yang cukup parah.
Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terlihat ratusan pemotor memenuhi ruas jalan. Beberapa di antaranya bahkan tampak tidak mengenakan helm, tidak memasang pelat nomor kendaraan, hingga mengendarai motor yang telah dimodifikasi dengan suara knalpot bising.
Di tengah ramainya pembahasan publik, konvoi motor Willy Salim juga menjadi perhatian lantaran nama kreator konten tersebut dikaitkan dengan kegiatan night ride yang dihadiri ratusan peserta. Polisi kini masih mendalami keterlibatan pihak-pihak yang ikut dalam penyelenggaraan acara tersebut.
Dari rekaman video yang viral, gerombolan pemotor terlihat menguasai hampir seluruh badan jalan di kawasan Bundaran HI. Bahkan, sebagian peserta tampak menerobos masuk ke jalur khusus bus Transjakarta.
Akibatnya, sejumlah kendaraan yang melintas di kawasan tersebut terjebak di tengah lautan pemotor. Arus lalu lintas pun sempat lumpuh dan memicu keluhan dari pengguna jalan lainnya.
Melalui akun resmi TMC Polda Metro Jaya, polisi menjelaskan bahwa petugas telah melakukan pembubaran terhadap kerumunan pemotor sejak masih berada di depan Sarinah Plaza.
“23.52 WIB Anggota Kepolisian Daerah Metro Jaya melakukan pembubaran sekelompok pengendara motor yang berkumpul di depan Sarinah Plaza hingga menggunakan 3 lajur jalan sehingga menimbulkan kemacetan dan mengganggu masyarakat pengguna jalan lainnya,” tulis akun TMC Polda Metro.
Tak lama kemudian, kerumunan pemotor berpindah ke kawasan Bundaran HI. Petugas kembali memberikan imbauan agar para peserta segera meninggalkan lokasi demi menghindari kemacetan yang lebih parah.
“00.40 WIB Anggota Kepolisian Daerah Metro Jaya melakukan imbauan kepada pengendara motor yang berkumpul di sekitaran depan Pos Pol Bundaran HI untuk segera melanjutkan perjalanannya karena dapat menimbulkan kemacetan dan mengganggu masyarakat pengguna jalan lainnya,” demikian keterangan TMC Polda Metro.
Hingga kini, polisi masih menindaklanjuti kasus tersebut dengan memanggil pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyelenggaraan acara. Konvoi motor Willy Salim pun menjadi perhatian publik karena dinilai mengganggu ketertiban umum, memicu kemacetan, dan diduga digelar tanpa izin resmi dari aparat berwenang.
(tis/els)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Latest Host Gator Coupons]
Baca lagi: Hadiri Nikahan Anak Boy Thohir, Prabowo dan Jokowi Duduk Bersebelahan
Baca lagi: Intip Daftar Saham Berpeluang Cuan di Pekan Terakhir Juli
Baca lagi: Stok Rudal AS Menipis, Trump Tunda Serangan Besar-besaran ke Iran



2 Responses
Penjelasan yang luar biasa rapi dan ngebantu banget buat nambah pemahaman saya hari ini. Sukses selalu buat blognya min! Tautan referensi pelengkap yang lumayan oke ada di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320422208_htm
Akhirnya nemu juga tulisan yang mengupas tuntas materi ini dengan bahasa yang santai. Makasih min. Info pelengkap yang searah bisa dicek juga lewat tautan https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297222720_htm